Tampilkan postingan dengan label j-rocks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label j-rocks. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2011

Menguak Sisi Lembut Sony



"Sebenarnya setiap manusia memiliki sisi yang berbeda dari apa yang terlihat oleh mata kasar. Mungkin sisi 'liar' gue berada pada J-Rocks. Dan Project Jannu ini merupakan sisi 'soft' nya" Itu kata gitaris J-Rocks ini, Sony saat ditanyai tentang aktivitasnya sebagai seorang produser musik.

Selain itu, menurut Sony ia menjadi produser adalah sebuah proses untuk mengembangkan potensi dirinya. Sebagai seorang produser, Sony bertanggung jawab untuk membuat produk rekaman yang bagus. Produsen berperan untuk mendorong musisi, dalam hal ini Jannu untuk menggeluarkan kualitas musikalitas yang terbaik. "Karena konsep lagu Jannu sudah jelas, Gue tinggal memoles aja.

Apalagi Sony di Album Free My Soul ini juga bertanggung jawab mengisi setiap instrumen musiknya. Sony juga mengakui bahwa bukan hal yang mudah untuk menjadi produser, ada beberapa tantangan yang harus ia kalahkan. "Menekan ego. Biasanya memainkan dan menciptakan musik yang cenderung rock abis di J-Rocks dan sekarang memikirkan sendiri serta bertanggung jawab pada hasil musik keseluruhan yang Gue produce," cerita Sony.

Sony juga bersyukur, ia mendapatkan banyak pelajaran, meski musik yang ia produseri berbeda dengan J-Rocks. " Sebenarnya saling melengkapi sih. Apa yang gak bisa aku terapin di J-Rock bisa Gue terapin di Jannu begitupun sebaliknya." Ia meneruskan "Selain itu sebagai pembelajaran di genre musik yang berbeda." Read more...

Selasa, 22 Maret 2011

Personil J-Rocks Digantikan Penonton Medan



Satu suguhan konser berbeda ditampilkan J-Rocks saat tampil di Medan, Sabtu (19/2. Dalam konser A Mild As You Like It di Grand Ballroom, Hotel Aryaduta-Medan, band yang digawangi Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum) ini memberikan suguhan yang tak hanya berbeda, namun juga unik dan penuh canda.

Pasalnya, kali ini penonton yang hadir dapat bersantai menikmati sajian konser musik yang dimainkan dengan duduk santai. Para personil J-Rocks sendiri saat tampil pun dapat langsung beradaptasi dengan para penonton. Saat menampilkan Lepaskan Diriku, mereka pun langsung menyapa para penonton yang hadir dengan penuh canda.

Dengan Juwita Hati, seluruh personil pun mengajak penonton bercanda dan bergabung dengan mereka di atas panggung. Tidak hanya itu, Sony juga membuat kejutan dengan mengajak para penonton berfoto bersama.

Namun, J-Rocks yang terkenal dengan musik pop, kali ini harus membuat satu sensasi dengan memilih beberapa penonton untuk mengantikan posisi Iman yang saat itu meminta istirahat.

Penonton yang dipilih saat itu melantunkan hits Madu dan Racun dengan alunan musik dangdut yang sontak membuat penonton bergoyang. Untungnya, segala kejutan dan canda ini sama sekali tak mengacaukan perfoma J-Rocks secara keseluruhan.

Tak cukup, Sony Ismail Robbayani, yang biasa disapa Sony, mendadak turun dari panggung, menyambar mikrofon dan bertanya pada penonton. "Ada yang bisa main gitar lagu J-Rocks?" katanya. Serentak puluhan tangan teracung dan Sony memilih seorang di antaranya.

"Tolong main satu lagu dulu gantiin saya, ya. Saya mau ke toilet sebentar," ujarnya meninggalkan area panggung yang dipenuhi canda untuk berebut hingga satu penonton pun mengantikan posisinya.

Dalam lagu Sendiri Lagi, Anton yang duduk di belakang drum kali ini juga mendapuk diri sebagai penyanyi. "Suara gue emang fals, tapi karena diminta oleh A Mild dan temen-temen, gue akan menyanyi. Lagunya lagu kesukaan gue, Unpredictable dari Green Day," ujar Anton.

Jika Anton menyanyi, maka Iman, sang vokalis malah bermain biola. "Gue sebenarnya sudah bisa dari dulu," ujar Iman.

Di ajang konser tersebut, J-Rocks menghadirkan 12 hits dari albumnya, tapi karena acara berlangsung di Medan,maka mereka pun tak lupa melantunkan hits daerah, yakni Sinanggar Tulo, yang disambut dengan tarian dari penonton.

Seluruh personil J-Rocks pun mengakui bahwa konser yang dilakukan tersebut terasa berbeda. "Ini luar biasa sangat jauh dengan konser yang pernah kami lakukan. Karena kami bisa bebas ya bisa dibilang suka-sukalah, bisa juga bercanda bersama penonton jadi ini konser yang luar biasa," kata Iman yang di-amin-i personil lainya seusai turun panggung. (kpl/romulo/mae)
sumber: Kapanlagi.com Read more...

J-Rocks Siap Demo Penghentian Film Hollywood



Tidak beredarnya film-film asing, khususnya Hollywood di bioskop Indonesia dinilai sebagian pihak merupakan tindakan salah dan merugikan. Hal ini dikatakan para personil J-Rocks, yang terdiri Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas) dan Anton (drum).

"Kita sangat terkejut dengan ada kabar tersebut, awalnya sempat tidak percaya, tapi setelah pasti kami nilai ini tidak wajar. Coba mau apa lagi ditonton oleh masyarakat," kata vokalis J-Rocks, Iman kepada KapanLagi.com™ di sela temu pers konser AS You Like It di Hotel Aryaduta, Medan, Sabtu (19/2).

Iman dan kawan-kawan merasa keberatan dengan tidak diputarnya film asing di bioskop Indonesia, padahal dari film ada banyak makna yang bisa diambil oleh masyarakat, dibanding film Indonesia.

"Film Hollywood itu di balik ceritanya akan ada makna yang bisa diambil, sangat jauh sekali dibandingkan film kita. Jika dihentikan atau tidak beredar, jelas ada yang hilang. Kalau mau menonton film negeri sendiri kualitasnya sama-sama kita ketahui sendiri. Kita sangat keberatan adanya keputusan yang diambil," ucap Imam yang diamini personel yang lain.

Tindakan menaikkan pajak dan bea masuk film bagi film asing, dinilai Iman sebagai langkah yang keliru. Harusnya bisa diperhitungkan dengan kondisi film lokal, sehingga masing-masing tetap bisa berjalan.

"Terlalu konyol menurut kami mengutip pajak yang begitu tinggi terhadap film dari luar. Harus ada perbandingan bagaimana kualitas film kita justru tidak ada yang baik," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Sony, sang gitaris yang juga merasa keberatan dengan hilangnya film asing dari bioskop. Baginya film nasional belum menjadi alternatif penggantinya, mengingat sisi kualitasnya yang belum sebanding.

"Bagaimana pun kami tidak setuju jika film ini dihentikan, mau nonton apalagi di bioskop. Kalau film negeri kita sendiri tidak mungkin karena kualitasnya," ucapnya.

J-Rock pun mendukung jika memang masyarakat dan pelaku industri film akan melakukan aksi turun jalan. Pihaknya siap ikut turun jalan bergabung dengan mereka.

"Bila diajak kami turun ke jalan kami yang tergabung di J-Rock siap turun mendukung. Dan bila ada yang melakukan langkah ini kami setuju, film itu harus kembali," ucapnya. (kpl/romulo/dar)
sumber: kapanlagi.com Read more...

J-Rocks Tak Percaya Kabar Kematian Mick Jagger



Kabar meninggalnya musisi rock ternama Mick Jagger di salah satu rumah sakit di New York tersebar luas melalui jejaring sosial Twitter. Alhasil, para penggemar The Rolling Stones langsung panik karena ditinggal sang idola. Namun, banyak juga yang tak percaya - termasuk J-Rocks.

Menurut Iman sang vokalis, dirinya tidak percaya Mick telah meninggal dunia tanpa diketahui kabar berita sang legendaris tersebut menderita sakit sebelumnya. Apalagi beberapa hari lalu Mick Jagger sendiri sempat tampil di acara Grammy Awards 2011.

"Kemarin dia kan masih tampil di Grammy Awards. Dia pakai setelan hijau-hijau. Tadi pagi sempat kaget juga lihat di status orang, 'RIP Mick Jagger'. Semoga itu hoax ya," ujar Iman saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat, Rabu (16/2).

Di mata para punggawa J-Rocks, Mick adalah sosok yang legendaris di dunia musik rock. Diungkapkan Wima sang gitaris, lagu-lagu The Rolling Stones banyak meng-influence mereka. Salah satunya single Hongky Tonk Women yang mempengaruhi interload dari lagu Meraih Mimpi milik J-Rocks.

"Dia seorang legend banget. Dia bisa mengubah musik dunia, gayanya itu nggak ada yang samain. Dia buat kita legend banget," kata Wima. (kpl/buj/boo)
sumber: Kapanlagi.com Read more...

Selasa, 15 Maret 2011

Bintangku, J-Rockstars!


“Jiwaku dan jiwamu, tlah menyatu mengalir di nadi.. Sampai mati selamanya Kau bintangku, gapailah semua anganmu..” Ini penggalan lirik lagu Bintangku. Sebuah lagu yang dibuat J-Rocks untuk personil kelimanya, J-Rockstars.

Bertempat di Studio Aquarius (07/03) Pondok Indah Jakarta, Iman melakukan take vocal untuk lagu Bintangku. Iman melakukan persiapan alat seperti headphone dan cek microphone. Saat semua beres mulailah Votaris J-Rocks ini merekam suaranya. Novi, Sound Enginer serius menyimak di depan panel.

Anton, Sony, Wima, dan Fajar, Manager J-Rocks datang juga ke studio tersebut. Mereka di studio untuk menjadi backing vocal, meneriakkan kata “J-ROCKS-STARS” berulang-ulang. Fajar juga terlibat.

Seusai take vocal, kami berbincang di halaman depan studio Aquarius. Bintangku diciptakan oleh Wima, sedangkan lirik digarap bersama keempat personel J-Rocks. Lagu ini ada sejak tahun 2007, namun baru digarap tahun ini.

“Setiap lagu yang kita bikin semangatnya selalu sama, serunya pun juga selalu sama,” kata Wima. Sony bercerita banyak “Sebenarnya secara musik, ada beberapa part lagu lama. Jadi kita dulu nge-jaming.” Ia meneruskan “Terus jadi beberapa part dan sepertinya keren untuk dijadikan sebuah lagu, tapi waktu itu masih belum dapat song-nya, lirik lagunya tentang apa dan sampai akhirnya di album keempat ini kita harus ada lagu spesial khusus buat J-Rockstars. Jadilah lagu Bintangku,”

Iman menjelaskan kenapa lagu itu berjudul Bintangku, bukan J-Rockstars. “J-Rockstars adalah bintangnya J-Rocks. Kita semua bareng-bareng, gak ada J-Rocks gak J-Rockstars, begitu pun sebaliknya,” ujar Iman. Lagu yang sarat makna perjuangan dan mempunyai nilai filosofi, diharapkan bisa membawa inspirasi bagi pendengarnya. “Yang jelas dari J-Rocks, setiap J-Rockstars itu bisa meraih mimpi, jadi jiwa yang merdeka dalam arti jujur dengan dirinya dan menjadi jiwa yang mandiri,” tutur Anton.

Meski belum dirilis, single Bintangku pernah dibawakan J-Rocks dalam beberapa konser. “Disini kelebihan kita kan punya yel-yel, dan di lirik Bintangku, juga ada yel-yel J-ROCKS-STARS. Saat kita manggung harapan kita pada saat nyanyi lagu itu di part J-ROCKS-STARS, semua J-Rockstars menjawab Satu Spirit,” harap Sony. Read more...

Minggu, 13 Maret 2011

Jepang Diguncang Tsunami, J-Rock Berduka

JAKARTA, KOMPAS.com -- Band J-Rocks yang mempunyai aksi panggung genre musik rock ala Jepang menyatakan kesedihannya terkait bencana tsunami di Jepang. ”Kami sedih sekali. Kami berharap semoga korban tidak bertambah,” kata penggebuk drum J-Rocks, Anton Rudi Kelces (29)

Dia percaya Jepang sudah memiliki peralatan canggih untuk memprediksi awal adanya bencana tsunami. ”Peringatan dini canggih ini semestinya dipunyai negara-negara potensi tsunami, seperti Indonesia,” katanya.

Adanya kabar bahwa tsunami di Jepang akan merembet ke beberapa wilayah di Indonesia, Anton mengatakan tidak perlu panik.

Selain Anton, J-Rocks beranggotakan Iman Taufik Rachman (vokalis), Sonny Ismail (gitaris), dan Swara Wima Yoga (basis). Jepang buat J-Rocks memiliki kenangan tersendiri. Bukan melulu genre band mereka, tetapi mereka memang pernah manggung di Jepang tahun 2007. Saat itu mereka juga berkeliling di Tokyo dan mengunjungi Gunung Fuji.

”Pengin banget ke sana lagi. Kemarin sudah ada tawaran untuk manggung di Jepang, tetapi belum ada tindak lanjut,” ujarnya. Anton mengungkapkan kekagumannya pada kota Tokyo yang bersih dan nyaman. ”Masyarakat Jepang juga sangat disiplin, misalnya tidak membuang sampah sembarangan,” kata Anton. (SIE)
sumber: kompas Read more...

Selasa, 08 Maret 2011

Bocoran Album Baru: Satu Produser Satu Lagu



Bulan-bulan ini selain konser, keempat awak J-Rocks juga sibuk berkutat di studio rekaman. Mereka menabung untuk materi album keempat J-Rocks. Tidak seperti album biasa, di album ini tiap lagu akan digarap J-Rocks dengan satu produser. Parlin Burman Siburian alias Pay BIP dan Andi Rianto, komposer dan pimpinan Magenta Orchestra, masuk daftar produser album ini.

“Kalo biasanya per album di produserin oleh satu produser, nantinya di album terbaru J-Rocks setiap lagu satu produser,” tandas Wima. Pertimbangannya adalah agar lagu-lagu di album keempat J-Rocks ini lebih variatif. Kata-kata Wima itu diamini Sony, “Kita make' produser yang beda-beda, biar lebih berwarna".

Bekerja sama dengan beberapa produser di satu album bukan hal yang mudah. Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan. Iman, Wima, Sony, dan Anton, serentak menyatakan waktu sebagai tantangan terbesar. Mereka harus menyinkronkan jadwal manggung dengan jadwal masing-masing produser dan jadwal studio. “Tapi itulah tantangannya”, kata Sony.

Saat ini J-Rocks sudah hampir merampungkan tiga lagu. “Kita ngerjain lagunya per-single, jadi konsentrasinya per-lagu. Sejauh ini ada tiga lagu yang menurut kita dan Aquarius yang sudah layak menjadi single,” jelas Wima.

Rencananya akan dirilis satu single terlebih dahulu dalam bulan-bulan ini. “Orang-orang di Indonesia saat ini lebih milih ke single dari pada ke album,” kata Anton. (MDK)
sumber: J-ROCKS Read more...

Jumat, 28 Januari 2011

sony siapkan bekal untuk hari tua

Kegiatan baru Sonny menjadi produser dan music director di single kedua penyanyi Jannu, berjudul Wajahnya, diakui oleh gitaris J-Rocks tersebut telah mendapat persetujuan dari rekan-rekan segrupnya. Menurut Sonny, selama tidak mengganggu jadwal J-Rocks, pihak manajemen tak mempermasalahkannya.

"Pada dasarnya selama tidak mengganggu jadwal J-Rocks sendiri, fine aja dan mereka support," ujar Sonny di Studio Sparc. Jl. Raya Bogor No. 51, Cijantung, Bogor, Jumat (28/1).

Kegiatan baru Sonny tersebut adalah untuk bekal di hari tuanya jika sudah tidak lagi ngeband bersama J-Rocks. Namun Sonny membantah jika dikatakan dirinya mengeksploitasi sisi lain dalam bermusik karena rasa ketidakpuasannya di J-Rocks.

"Oh, gak juga. Bukan ketidakpuasan, tapi buat mengasah diri aja. Mungkin J-Rocks gak selamanya bakal manggung, J-Rocks akan tua juga. Ya kenapa gak produserin band atau artis juga, ini sebagai langkah awal buat gua," terang Sonny.

Lebih lanjut, Sonny menegaskan dirinya akan tetap mengutamakan fokus di J-Rocks terlebih dahulu baru mengerjakan proyeknya yang lain. "Kalau fokus sama J-Rocks dulu, kebetulan lagi rakaman album ke-4. Di sela-sela itu gua ngerjain proyek ini," tegas
Read more...

Sonny J-Rocks Jadi Produser Musik


Mengeksploitasi sisi lain sebagai seorang musisi, gitaris J-Rocks, Sonny, mencoba peruntungan menjadi seorang produser bagi salah satu sahabatnya, Jannu. Selain menjadi seorang produser, Sony juga terlibat langsung sebagai music director dalam penggarapan single kedua Jannu, Wajahnya.

Menurut Sonny, menjadi seorang produser adalah sebuah tantangan yang cukup berat untuk dirinya.

"Saya di sini sebagai produser musik dan director. Ini single kedua kita. Yang pertama, saya featuring, tapi tetap gua yang produserin. Gua pengen ada the other side of me. Gua bisa bermain musik di lain J-Rocks dan bisa memproduseri juga. Itu buat gua tantangan banget," terang Sonny.

"Anak-anak J-Rocks seperti keluarga. Kita bareng-bareng bikin lagu, ngumpul saling bantu support, intinya mau majuin lagu aja yah," sela Jannu.

"Ini awalnya solo album si Jannu. Kebetulan gua yang produseri, kita temen lama. Jadi dulu dia punya lagu banyak, gua bilang kenapa gak bikin album aja, gua produserin dan loe bisa nyanyi khan? Lagunya banyak dan bagus-bagus, kenapa gak dicoba?" sambung Sonny saat ditemui di Studio Sparc, Jl. Raya Bogor No. 51, Cijantung, Kamis (27/1).

Lebih lanjut, Sonny menjelaskan, menjadi seorang produser dan music director untuk pertama kali dirinya harus menguras otak dan tenaga untuk menyelesaikan lagu Jannu itu.

"Kalau di J-Rocks cuma main gitar. Tapi di sini gua bagaimana harus mengaransemen dan semuanya yang bakal keluar, pokoknya menguras otak dan tenaga juga. Ini pertama kali gua produseri penyanyi dan eksperimen aja," tutur Sonny.

Tantangan yang paling besar adalah ketika Sonny keluar dari permainan gitar musik J-Rocks yang full of distortion, berubah menjadi kalem dan ngepop tapi kreatif.

"Justru itu tantangan awal, bagaimana gua bisa keluar dari jalur J-Rocks untuk benar-benar beda. Kalau yang awalnya full of distortion, mungkin sekarang lebih nahan dan kalem pop kreatif lah," tandas Sonny
Read more...

Selasa, 25 Januari 2011

J-Rocks Goes to Vietnam

Jalan go international mulai terbuka lebar buat J-Rocks. Bukan negara yang dekat seperti Singapura atau Malaysia, tapi langsung ke Vietnam. J-Rocks diboyong oleh Coca Cola untuk membintangi iklan yang akan diputar di Vietnam. Mau tahu cerita lengkapnya?


Bermula dari keinginan Coca Cola yang akan membuat sebuah filler (iklan) versi Vietnam, dipilihlah J-Rocks sebagai bintang iklannya. Alasannya belum ada band Vietnam yang cocok dengan image yang diinginkan brand tersebut, lalu terpilihlah J-Rocks. Iman bercerita, "Kita terpilih sebagai pengisi filler-nya dan Insya Allah kita (J-Rocks) menjadi icon tetapnya."


Iman, Wima, Sony, dan Anton tidak hanya berempat ke Vietnam. Mereka ditemani oleh Bisnis Manajer J-Rocks, Fajar, Abek (Road Manager), dan make-up artist J-Rocks, Dona. J-Rocks berangkat pukul 03.00 WIB dini hari di Jum'at (14/01) dari Bandara Soekarno Hatta. Sebelum berangkat Wima meminta dukungan J-Rockstars. "Hari ini kita berangkat ke Vietnam, minta doanya dari J-Rockstars smoga semuanya lancar ya", tweet Wima sebelum meninggalkan tanah air.

Tiba di Ho Chi Minh City sekitar pukul 12.00 waktu setempat dan mereka pun langsung dijemput oleh Mr. Thai, guide mereka. Kejadian menarik muncul pada saat pertama kali rombongan J-Rocks menaiki mobil, "Lho, pintunya mana ?" tanya Iman. Ternyata mereka sadar kalau pintu mobilnya ada di sebelah kanan mobil. Karena transportasi di Vietnam menggunakan jalur kanan dan setir mobil berada di kiri.

Dalam perjalanan menuju New World Hotel, Mr. Thai menceritakan keadaan Ho Chi Minh City yang sering macet juga. Setibanya di hotel, mereka masih menunggu karena masih belum dapat kamar. Kurang lebih sekitar 10 menit di kamar hotel, mereka langsung sibuk persiapan syuting.

Keesokan harinya (15/01) pukul 09.00 tibalah rombongan di lokasi syuting, "Tempatnya kok hampir mirip dengan Semanggi ya.." ujar Iman. Tepat pukul 15.00, J-Rocks baru syuting. Waktu syuting tidak terlalu lama, sekitar dua jam-an.


Tanggapan orang Vietnam kepada J-Rocks menurut Iman luar biasa. Mereka antusias dalam pembuatan filler tersebut, bahkan minta foto bareng J-Rocks dan ngobrol.

Perjalanan menuju Vietnam ini bisa dikatakan sebuah awal J-Rocks untuk Go International. "Planning-nya adalah dengan cara membuat album English Version bahkan bisa juga dengan bahasa asing yang lain, seperti bahasa Jepang, dan mungkin bahasa Perancis," kata Iman sambil tertawa.

Rombongan J-Rocks kembali ke Jakarta, Senin (17/01) lalu. Sony dan Anton berkicau di twitter. Sony: "Jakarta lagiii... :D" dan "Yeahhh alhamdulillah sampe jkt..hai..hai semua..:)" tweet @anton_kelces. Read more...

Kamis, 06 Januari 2011

J-Rock Percaya Getaran Pandangan Pertama

JAKARTA, KOMPAS.com -- Salah satu lagu yang ikut membesarkan band J-Rocks adalah ”Falling in Love”. Ternyata, lagu ini punya sejarah panjang dengan para personel J-Rocks. Lagu itu terinspirasi saat personel J-Rocks pergi ke pesta temannya Anton, drummer J-Rocks.

”Ini kisah bagi mereka yang percaya pandangan mata pertama. Saat pertama melihat cewek itu, istilah Jawanya ndredeg, atau ada getaran,” kata Sony Ismail Robbayani, gitaris J-Rocks, saat mengisi acara KG Production di Studio Orange, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta.

Di pesta itulah, Sony dan Anton bertemu seorang perempuan, yang menurut istilah Sony, ”Anaknya lucu.” Singkat cerita, mereka terkenang-kenang dengan sosok perempuan itu.
”Saya sampaikan ke Wima (Swara Wima Yoga, bas), akhirnya ada ide untuk menjadikan kisah itu dalam bentuk lagu,” cerita Sony.

Maka, lahirlah lagu ”Falling in Love” ini. Pada album ketiga Road To Abbey, lagu itu dibuat dua versi, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Bersama lagu ”Meraih Mimpi”, J-Rocks semakin kuat meraih popularitasnya di pasar industri musik, terutama di kalangan kaum muda.
Tak heran jika di Studio Orange, para penggemar J-Rocks yang disebut J-Rockstars turut menjadi penyemangat lagu-lagu J-Rocks. ”J-Rockstars itu adalah pemain kami yang kelima,” kata Anton Rudi Kelces. (AMR) Read more...

Rabu, 05 Januari 2011

2011, Mimpi Baru J-Rocks

class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
jrocks penghujung tahun

J-Rocks identik dengan mimpi. Tahun baru ini personel J-Rocks juga mempunyai mimpi-mimpi baru. J-Rockstars masuk dalam mimpi mereka.

Wawancara ini (31/12) dilakukan di belakang panggung Gempita 2011, acara SCTV menyambut malam pergantian tahun baru di Pantai Karnaval Ancol. Tenda artis malam itu nampak ceria, tak ada wajah murung di sana.

Tenda J-Rocks, terletak diantara Tenda D'Bagindas dan Ungu. Awak J-Rocks berkutat dengan kesibukan untuk menunggu giliran naik pentas. Iman mendengarkan lagu di ponselnya, Sony tiduran kasur lipat, Wima memainkan jari di Blackberry-nya. Anton sibuk mencandai tim manajeman yang menunggui. Satu-persatu mereka bercerita tentang harapan di tahun 2011.

"Sampe sekarang gue masih fokus sama J-Rocks, terus berkarya, dan semoga banyak orang yang percaya sama kita, serta musik di Indonesia lebih maju lagi," Iman mengungkapkan harapan pribadinya untuk tahun 2011. Iman tidak hanya memikirkan dirinya sendiri dan J-Rocks saja. J-Rockstarspun masuk dalam rencana besarnya. Iman berharap di tahun ini Jambore Nasional J-Rockstars segera terealisasi, "Penting banget tuh, semoga cepat terwujud, dan merupakan event yang kita tungu-tunggu" inginnya.

Tahun ini juga dirunggu-tunggu oleh Wima, karena di 2011 Bass Series by Wima akan dirilis. Masih tentang bass, bapak satu anak ini ingin berbagi ilmu bass melalui website resmi J-Rocks. "Gue ingin mengadakan klinik bass online di website" kata dia.

Kalau Anton, harapannya di tahun 2011 ini adalah mempunyai studio drum, "Gue pengin punya studio drum sendiri, bisa ngulik-ngulik terutama buat show biar J-Rockstars gak bosen dengan aransemennya."

"Gue pengin lebih diakui sebagai gitaris," kata Sony. ‘Diakui' dalam makna sosok gitaris yang bisa memberikan influence di dunia musik Indonesia. "Karena buat gue setiap level musik itu masing-masing di masanya ada icon-nya" ujar Sony. (MDK)

Selasa, 28 Desember 2010

Kotak, /rif, J-Rocks Pemantik Api Rock

Detail Berita
/rif (Foto: Koran SI)
JAKARTA- Tahun 2010 ini bisa dibilang era kebangkitan rock di Indonesia, beberapa dedengkot rock merilis kembali karya terbaru ditahun ini seperti The Flowers, Slank, Rif, Power Slaves, juga BIP.

The Flowers mengeluarkan album Still Alive and Well pada 11 April yang lalu, sedangkan Slank walau diliputi pencekalan tidak boleh manggung di ruang terbuka tapi mampu menyisakan energi mereka untuk merilis Jurus Tandur no.18.

/rif yang sempat istirahat empat tahun sejak album Pil Malu dirilis 2006 lalu mampu menyapa kembali penggemarnya dengan karya album yang diberi label ‘7’, pada 4 Agustus lalu.

Begitu juga BIP selama 7 tahun sejak album mini Udara Segar dirilis tahun 2004, di tahun macan (kalender China) ini mereka ‘dipaksa’ penggemar mengeluarkan album. Terciptalah album ‘Berangkat’ yang dirilis 26 November kemarin.

Di akhir tahun 2010 tak ketinggalan Power Slaves juga ingin mengukir sejarah merilis kembali album mini Jangan Kau Mati dirilis pada 11 Desember belum lama ini.

Grup pop rock Padi pun ditahun ini masih mempertahankan eksistensinya dengan menghasilkan beberapa karya terbaru seperti single Terbakar Cemburu, dan single untuk soundtrack film animasi Upin Ipin berjudul Sahabat Selamanya.
Read more...

Sabtu, 04 Desember 2010

Penjelasan Resmi Tentang Hit Single Palsu

Beberapa hari ini di internet marak dengan isu hit single terbaru dari J-Rocks. Judulnya "Yang Kedua" yang informasinya disebarkan di sosial media seperti facebook dan twitter. Untuk itu J-Rocks mengklarifikasi hal tersebut. Lagu itu memang milik J-Rocks, namun bukan hit single terbaru bocoran dari album baru J-Rocks. "Bukan dari album baru," kata vokalis J-Rocks, Iman.

Lagu itu adalah lagu demo yang tidak dimasukkan ke album kedua J-Rocks, Spirit. Lagu tersebut pernah dimainkan J-Rocks di sebuah stasiun radio. Saat itu J-Rocks diundang untuk wawancara dan memainkan lagu itu secara akustik. " Lagu itu masih 'mentah', dan lama banget," kata Sony,  Gitaris J-Rocks, yang menciptakan lagu tersebut. J-Rocks juga tidak merekomendasikan lagu tersebut, karena kualitas rekaman dan terhitung sebagai lagu yang belum final. Apalagi media penyebarannya tidak melalui jalur media resmi J-Rocks dan bisa digolongkan sebagai pembajakan.
Wima menegaskan lagu itu sama sekali tidak berhubungan dengan materi album baru J-Rocks yang akan dirilis tahun depan.Beberapa materi untuk album baru sudah terkumpul, salah satunya adalah lagu khusus untuk J-Rockstars, fans J-Rocks.
sumber: j-rocks Read more...

Selasa, 30 November 2010

J-Rocks dan Pemanfaatan Sosial Media


J-Rocks (Kapanlagi)
Saat ini follower kami sudah mencapai 10.848 dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Kami senantiasa melakukan update status terbaru mengenai aktivitas kami serta tentunya berinteraksi secara aktif dengan para follower serta penggemar
Menarik mencermati pengalaman grup band J-Rocks yang membagi kisahnya dalam bermusik serta bersosialisasi di sosial media dalam acara peringatan HUT Kedua Kompasiana di MU CafĂ©, Sabtu (27/11) lalu. “Kami menggunakan akun twitter di @JRocks1Spirit sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan penggemar selain tentu saja menggunakan media website dan blog di www.j-rocks.co.id, dan juga masing-masing personil kami menggunakan akun twitter personal sendiri untuk membuka jalinan komunikasi yang lebih luas ”, ungkap Iman sang gitaris dan memiliki akun twitter pribadi di @imanine ini.

Ia lalu melanjutkan, “Saat ini follower kami sudah mencapai 10.848 dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Kami senantiasa melakukan update status terbaru mengenai aktivitas kami serta tentunya berinteraksi secara aktif dengan para follower serta penggemar”. Pernyataan Iman, di-amin-i pula oleh rekannya, Anton sang drummer. “Dengan adanya informasi yang kami sebarluaskan lewat jaringan social media, publikasi dan promosi J-Rocks kian mudah serta tersebar lebih luas. Dan tentu saja, murah. Pada akhirnya, penggemar bisa kita “dekati” secara lebih personal dan kedekatan emosional ini sangat penting buat kami agar para J-Rockstar (penggemar J-Rocks) tetap lekat dihati”, kata pria yang senantiasa memakai topi bulat dan punya akun twitter @anton_kelces ini.

Dalam acara yang bertajuk “Anda dan Masa Depan Sosial Media” yang digelar dalam rangka HUT Kedua Kompasiana ini, pernyataan kedua personil J-Rocks terasa sangat relevan terutama bagaimana memanfaatkan sarana social media di internet tidak hanya sebagai sarana promosi belaka namun lebih dari itu, pola interaksi yang dibangun antara grup band bersama penggemarnya lewat social media akan terasa lebih dekat dan personal.
Tanpa dukungan para pemerhati dan penggemar, kami bukanlah apa-apa. Justru komunikasi antara kami menjadi tak berjarak dan kian akrab

Read more...

Sabtu, 27 November 2010

band Jakarta yg terinspirasi band band jepang

1. J-Rocks
J-Rocks adalah band dari Jakarta yang berdiri pada 9 November 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum). Aliran band ini adalah Japanese pop/rock. Nama J-rocks sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta musik Jepang di Indonesia karena nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Awalnya band ini bernama J-Rockstar, adalah ide dari sebuah stiker bertuliskan Rockstar, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar (bintang musik rock). Tambahan huruf "J" di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena umumnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Nama J-Rockstar akhirnya disingkat menjadi J-Rocks karena adanya masalah penyebutan, sementara nama J-Rockstars akhirnya menjadi istilah untuk fans / penggemar J-Rocks dan biasa disingkat JRS. Sejak tahun 2008 J-Rocks mulai mengenakam kostum batik dengan desain modern namum tetap dengan dandanan ala harajuku, dan mempromosikan batik kepada kawula muda.
Awal 2004, J-Rocks menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personil meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".
J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Butler, seorang sound engineer ternama.

Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Di hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebracross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.
Abbey Road Studio, Inggris

Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008". J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go internasional.
http://www.facebook.com/jrocks.official

2. MelodyMaker
melody maker adalah band indie jakarta yg bergenre horror symphonic metal. awalnya band ini terkenal dalam komunitas para pencinta musik jepang di indonesia.
tepi seiring waktu berjalan, band ini pun melangkahkan jejaknya ke musik metal indonesia. dan mereka pun kini cukup terkenal oleh para pencinta musik metal underground di indonesia.
Ahmad Mehdy Ghazali - serpent scream
Febryo Akbar Aman - Death voice
Zakky Aulia Ahadi - 6 string Bass
Aly Azman Qur'ani - 6 string Guitar
Muhammad Ibrahim Sibghatullah - Beat Blaster
add :
Terry Nano - Horror Piano
Hilman Kani - 6 string Guitar 
http://www.facebook.com/pages/MELODY-MAKER/4904693921
Read more...

The Spirit of Honesty in Music Freedom, Perayaan Bersama J-Rocks dan J-Rockstars


nilah bentuk support dan apresiasi J-Rockstars ke J-Rocks. Acara khusus merayakan ulang tahun J-Rocks ke-tujuh, Official J-Rockstars Club bertempat di Warung Apresiasi (Wapres) Jakarta di hari Minggu lalu (21/11). Temanya “The Spirit of Honesty in Music Freedom” . Acara ini ditanggapi dengan antusias J-Rockstars se-Indonesia, mereka juga turut hadir.
Wapres dipenuhi kurang lebih 150 J-Rockstars dari berbagai wilayah. J-Rocks yang dirayakan ulang tahunnya juga datang. Acara ini berjalan dengan menarik. Meski persiapan yang dilakukan oleh panitia cukup singkat, kurang lebih satu bulan. “Sosialisasi acara ini kami lakukan melalui  Facebook dan Twitter serta by phone,” jelas Eka, ketua panitia acara tersebut.
Acara yang dimulai kurang lebih sekitar pukul 13.00 WIB ini diawali oleh penampilan sebuah band. Kemudian secara simbolis acara ini dibuka langsung oleh Dewa dari Official J-Rockstars Club serta sambutan dari perwakilan J-Rockstars Club daerah yang datang. Seperti J-Rockstars Club Jawa Timur, J-Rockstars Club Jawa Tengah, dan perwakilan dari J-Rockstars Club Jawa Barat.
Diiringi oleh band yang menyanyikan lagu-lagu J-Rocks, membuat spirit J-Rockstars semakin menggebu. “Selain untuk memperingati HUT J-Rocks, acara ini bertujuan sebagai tempat untuk bersilaturrahim antar J-Rockstars dan untuk menambah masa (J-Rockstars),” kata Eka lagi.
Seusai istirahat, pukul 18.30 WIB acara puncak yang ditunggu: pemotongan kue dan tiup lilin yang dilakukan langsung oleh J-Rocks serta doa bersama membuat acara ini semakin komplit saja. “Semoga J-Rocks dan J-Rockstars semakin sukses,” sambutan Iman. Pada acara tersebut J-Rocks membawakan 2 lagu, Spirit dan Serba Salah yang membuat suasana bertambah meriah.
Penampilan terakhir dari acara tersebut adalah performa band  dari Jeruks yang sekaligus sebagai penutup acara. Tepat pukul 19.45 WIB acara pun berakhir.
sumber: j-rocks Read more...

A Song for J-Rockstars

j-Rockstars adalah personel kelima dari J-Rocks. Energi dari J-Rockstars membuat J-Rocks meraih mimpi-mimpi. Sebagai bentuk terima kasih dan semangat untuk terus ber-Satu Spirit, J-Rocks membuat satu lagu khusus untuk J-Rockstars. Ini bocorannya..

“Yuk metal-metalan,” Sony mengajak Iman, Wima dan Anton yang ada di ruang makan kembali ke kamar untuk meneruskan jam session mereka. Ia berjalan menuju ke kamar yang telah dibuah menjadi studio musik dadakan. Teman-temanya mengikuti.

Lagu pertama yang diselesaikan J-rocks dari lima hari workshop bulan lalu adalah sebuah lagu buat J-Rockstars. “Bukan anthem, tapi sebuah lagu untuk J-Rocktar,” certa Wima. Bassist J-Rocks yang membuat lagu itu pertama kali.

“Itu materi lama cuma belum selesai. Kita arrange baru,” tambah dia lagi. “Itu termasuk lagu baru karena semuanyanya berubah,” kata Sony. Mengenai kenapa lagu itu yang dikerjakan duluan. Wima menjawab bahwa itu mengalir begitu saja.

Pada lagu itu ada hal menarik Wima dan Iman berganti posisi. Iman memegang gitar bass sedangkan Wima memainkan gitar. Wina dan Sony berdiskusi seru tentang nada gitar yang akan dimasukkan ke lagu itu.

Lagu itu berisi rasa terima kasih J–Rocks ke J-Rockstars. “Kami perlu menjadi begini karena dukungan J-Rockstars, personel kelima J-Rocks” tambahnya lagi. Hal lain yang ingin disampaikan J-Rocks adalah berbagi semangat, 1 Spirit.
sumber: j-rocks
Read more...

Sabtu, 28 Agustus 2010

J-Rocks Mulai Album Baru

J-Rocks Mulai Album Baru

Salah satu "tradisi" J-Rocks saat Ramadhan adalah menggarap lagu atau album baru. Begitu juga dengan Ramadhan tahun ini, Iman, Wima, Sony dan Anton mulai menabung materi untuk album keempat J-Rocks. "Ramadhan ini jadwal kami beberapa kali manggung dan rekaman album baru di studio," kata Iman.

Saat ini personel J-Rocks mulai jam session materi album baru mereka. Materi lagu setengah jadi dari tiap atau beberapa personel digarap bersama. Misalkan Iman membawa file lagu yang isinya masih suara gitar dan sound effect dari rekaman digital yang dilakukan di komputer. "Makanya sekarang aku intens di Jakarta, sibuk menggarap lagu," kata Wima yang sehari-hari tinggal di Bandung.

Ini yang disebut guide. Materi ini akan dipilih untuk digarap bersama. Setiap personel akan memberikan masukan untuk hasil terbaik. Proses ini yang disebut workshop. Biasanya keempat personel J-Rocks akan berkolaborasi di studio. "Biasanya di mulai habis tarawih sampai sahur, lalu tidur sampai siang," kata Wima lagi.

Saat ini sudah ada beberapa lagu yang sudah masuk workshop. "Untuk album yang baru ini, kami tetap akan membuat musik yang berkualitas. Selama ini kami berempat mendengar beberapa album band-band luar yang bagus. Membuat kami terpacu," kata Wima. Ia juga menegaskan kalau J-Rocks tidak akan mengikuti lagu-lagu yang trend saat ini.

"Entah kenapa album J-Rocks selalu dalam kurun dua tahun, setahun asyik manggung. Tiba-tiba selalu muncul ide untuk membuat album baru," cerita Wima. Album J-Rocks pertama Topeng Sahabat 2005. Dua tahun berikutnya Spirit di tahun 2007 dan terakhir adalah Road to Abbey 2009.
sumber: http://j-rocks.co.id Read more...

Rabu, 21 Juli 2010

Cover Road to Abbey Termuat di Koran Inggris


Album Road to Abbey milik J-Rocks ternyata masuk tulisan tentang 40 tahun Abbey Road di koran Independen Inggris. Media itu mengulas peringatan 40 tahun cover album legendaris Abbey Road milik Beatles. Foto empat personel yang menyeberang jalan Abbey menjadi cover album yang inspiratif.

Cover album itu banyak menginspirasi musisi lain untuk membuat cover dengan berfoto di zebra cross Abbey Road atau seakan-akan ditempat itu. Tercatat Kanye West juga membuat cover seperti Beatles. Tokoh kartun The Simpsons juga pernah jadi cover majalah Rolling Stone dengan bergaya ala Beatles di Abbey Road. Pun J-Rocks.

Cover album Road to Abbey yang dibuat tahun 2009 lalu sendiri menjadi penutup peringatan 40 tahun cover album Abbey Road. Road to Abbey adalah album J-Rocks hasil dari kemenangan mereka di kontes Free Your Voice, Soundrenaline tahun 2008. Band asal Jakarta ini berhak untuk rekaman di Studio Abbey Road, studio rekaman terkenal. Banyak band-band besar yang merekam musik mereka di studio ini, seperti Jamiroquai, Green Day, Radiohead, U2, Panic At The Disco dan banyak lagi. Hebatnya J-Rocks satu-satunya band Indonesia yang rekaman di studio yang terletak 3 Abbey Road, St John's Wood, City of Westminster, London ini.

Cerita di balik pembuatan cover album ikonik milik The Beatles juga menarik. Empat puluh tahun sebelum J-Rocks mengambil foto di zebra cross Abbey Road, The Beatles membahas tentang ide cover album mereka yang baru. Idenya berawal dari teknisi musik Geoff Emerik, tentang sebuah foto yang diambil dari jarak dekat. Ide itu nyambung dengan sketsa Paul McCartney. Sebuah sketsa empat orang yang menyebrang di zebra cross.

Sumber: http://www.j-rocks.web.id Read more...