Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepang. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Apa dan Siapa sih alicenine. itu?

alicenine. adalah sebuah band yang dibentuk pada pertengahan tahun 2004. alicenine. beranggotakan Shou pada vokal, Tora dan Hiroto pada gitar, Saga pada bass, dan Nao pada drum. Single pertama mereka adalah "Namae wa mada muhi" (atau ada yang yang menyebutkan: "Namae wa imada muhi" atau "Namae wa mada nai" atau "Namae wa imada nai"). Single ini dibuat sebelum mereka memasuki label mereka yang sekarang, yaitu PSCompany.

Setelah bergabung dengan PSCompany, karir mereka dapat dipastikan terus menanjak, sampai akhirnya sekarang, alicenine. menjadi salah satu band yang diminati oleh pendengar musik di Jepang, maupun di negara lain termasuk Indonesia ini...^^




favorite brand store : DIET BUTCHER SLIM SKIN、UNDER COVER、And A、Vivienne Westwood
favorite music : LUNASEA、KORN、Atari Teenage Riot、The Used、MUSE
blood type: O
Birth date : Jul.5th
height : 177cm
weight : 58kg
foot size : actual size is 26 but usually wear 27.
fragrance : BVLGARI black
my phrase : WAKARUYoo (I feel that.)
Hobby : TV Game/shop for secondhand clothing ,and Coffee
strong point : long part
weak point : short part
something will never give up on. : sleeping hours
my boom : going to take a walk
my future enthusiasm : want to be the effective artist in nice way to the fans. I..ll work hard for that.



Read more...

Sejarah Trend Fashion Harajuku di Jepang

Jepang adalah tempat di mana setiap orang bersifat individu - tapi suka berada dalam kelompok. Jika Anda mengunjungi taman pada jam tertentu di setiap hari Sabtu, Anda akan melihat ratusan anak laki-laki berpakaian seperti penyanyi rock dan skater, menari dengan alunan musik rock and roll ... mereka sangat serius. Jadi tidak mengherankan juga jika anak perempuan ingin menampilkan mode inovatif yang tidak ada atau belum pernah terlihat sebelumnya, mereka ingin melakukannya di tempat yang sama, pada waktu yang sama. Dan tempat itu adalah distrik Harajuku di Tokyo.


Istilah "Gadis Harajuku" telah digunakan oleh media berbahasa Inggris untuk menggambarkan remaja yang berpakaian dalam setiap gaya busana yang berada di wilayah Harajuku. Mode ini mempengaruhi beberapa gaya diantaranya membuat bentuk gaun yang unik. Salah satu gaya yakni, Kawaii, sangat tenar pada 1990-an. Kawaii menjadi ungkapan populer yang berarti ada sesuatu yang lucu atau cantik.
Kawaii adalah bentuk perlawanan dalam gaya dan budaya, yang terkait dengannya tidak akan dilihat sebagai sesuatu yang menarik oleh generasi tua. Ide dari Kawaii adalah budaya pemuda yang berbeda yang terpisah dengan budaya tradisional; berupa cyber-punk untuk menunjukkan keberadaannya.Gaya ini dipengaruhi oleh fashion gothic dengan menggabungkan warna-warni neon dan metalik. Gaya ini tidak sepopuler pada 1990-an.


Fashion Harajuku mendapatkan namanya dari distrik Harajuku di Tokyo. Semua aktifitas 'diaktifkan' di harajuku, anak-anak muda pergi ke sana untuk mengeksplorasi berbagai toko pakaian dan berkumpul di taman Yoyogi, di kafe di jalan Omotesando atau sepanjang perjalanan arah ke kuil Meiji. Dengan tujuan menampilkan kreasi terbaru harajuku mereka bagi wisatawan dan juga untuk teman-teman mereka.

Harajuku menjadi terkenal pada 1980-an karena artis jalanan dan remaja bebas berpakaian yang berkumpul di sana pada hari Minggu ketika Omotesando ditutup untuk lalu lintas. Omotesando adalah jalan yang sangat panjang dengan kafe dan butik fashion kelas atas dan sangat populer bagi penduduk sekitar dan turis. Berjalan kaki di hari minggu dan merupakan tempat yang sempurna untuk bertemu, memutar musik dan memamerkan diri! Read more...

Selasa, 11 Januari 2011

Alice Nine Gelar Acara Tanda Tangan Bersama 3.000 Fans

Band J-rock Alice Nine menggelar acara tanda tangan di Hibiya Open-air concert hall pada 13 November, di mana 3.000 fans memadati ruangan. Acara ini dibatasi bagi fans yang membeli single baru mereka, Stargazer, yang dirilis 10 November lalu dan hanya di toko TSUTAYA.


Saat para personelnya muncul, fans mulai menjerti histeris seperti dalam konser. “Terima kasih karena menunggu kami di cuaca dingin ini. Kami akan menemui kalian lagi di Nippon Budokan,” seru sang vokalis, Sho, menyapa fans. Alice Nine akan menggelar konser pertama mereka di Nippon Budokan pada 6 Januari

Selasa, 28 Desember 2010

profil yui




Profile :

* Lahir: Fukuoka, 26 Maret 1987 (Jepang)
* Pekerjaan: Penyanyi dan Pencipta lagu (2003-sekarang)
* Perusahaan: Rainbow Entertainment (2004), Sony Music (2005-sekarang)
* Genre : J-pop, J-Rock
* Situs pribadi : http://www.yui-net.com/
* Zodiak : Aries
* Shio : Kelinci
* Hobi : menonton film, membaca buku, bulutangkis
* Tinggi badan : 155 cm
* Golongan darah : AB
* Tempat favorit : pantai Shingū di Fukuoka

Karier : (Dikutip dari wikipedia)

Yui memulai menulis lirik lagunya sendiri sewaktu di kelas 3 SMP. Yui sangat bercita-cita menjadi penyanyi, dan pergi ke mana-mana dengan selalu membawa gitarnya. Sewaktu SMA, ia sering menyaksikan pertunjukan grup musik bianco nero di jalanan, dan memutuskan untuk berhenti sekolah. Yui mulai belajar menyanyi, menulis lagu, dan memainkan gitar di kursus musik kota Fukuoka.

Sambil bersila di atas kasur, Yui memainkan gitarnya dan menulis lagu pertama yang diberi judul “Why me”.[1] Setelah itu, ia mulai menyanyi di pinggir jalan di kawasan Tenjin, Fukuoka[2] sebagai atraksi pembuka bagi teman satu tempat kursus musik.

Bulan Maret 2004, Yui mengikuti audisi “SD Audition” yang diadakan Sony Music Japan. Dari 20 ribu peserta hanya 10 orang yang tersisa termasuk Yui. Duduk menyilangkan kaki di lantai, Yui bernyanyi sambil memetik gitar. Lagu yang dibawakannya waktu itu sebanyak 3 buah lagu, “Why me”, “It’s happy line”, dan “I know”. Finalis hanya boleh membawakan 2 buah lagu menurut peraturan audisi, tapi juri memberikan nilai yang sangat tinggi bagi Yui. Setelah itu, berbagai perusahaan rekaman menjadi saling berebut untuk mengontraknya. Lagu pertama yang dinyanyikan, “Why Me” nantinya dijadikan single perdana, diikuti dengan “It’s Happy Line” dan “I Know”. Keduanya diterbitkan sebagai singel indie debutnya, “It’s Happy Line” dengan lagu “I Know” di sisi B.

Sebagai penghargaan kepada kampung halamannya, Yui menulis lagu “Feel My Soul” ketika meninggalkan kampung halamannya, Fukuoka. Seorang produser dari stasiun televisi Fuji TV mendengar video klip demo lagu tersebut, dan bermaksud menjadikannya sebagai lagu tema serial drama di Fuji TV. Debut singel Yui, “Feel My Soul” yang dirilis 23 Februari 2006 dijadikan lagu tema serial drama Fukigen na Gene. Serial drama tersebut dihiasi lagu-lagu Yui, seperti “Feel My Soul” dan “It’s Happy Line”. Singel “Feel My Soul” laku di atas 100 ribu keping, namun 3 singel berikutnya, “Tomorrow’s Way”, “Life”, dan “Tokyo” ternyata tidak sesukses “Feel My Soul”. Setelah merilis 4 buah singel, album pertama Yui yang berjudul From Me To You dirilis bulan Februari 2006 dan laku di atas 200 ribu keping.

Sementara itu, Yui memulai karier akting dengan membintangi film berjudul Midnight Sun (Taiyou no Uta). Film tersebut diputar di Festival Film Cannes 2006 dan dirilis di Jepang pada 17 Juni 2006. Singel ke-5, “Good-bye Days” khusus ditulisnya untuk film Midnight Sun. Kepopuleran singel Yui yang sebelumnya kembali terangkat setelah singel ke-6, “I Remember You” diedarkan.

“Rolling Star” adalah singel ke-7 Yui yang dijadikan lagu pembuka seri ke-5 anime Bleach. Singel ke-3, “Life” juga dipakai sebagai lagu penutup seri ke-5 anime yang sama. Selain itu, iklan televisi ponsel KDDI layanan “au Listen Mobile Service” memakai singel ke-8 Yui, “CHE.R.RY” sebagai lagu tema.

Sementara itu, album kedua, Can’t Buy My Love menduduki puncak tangga album Oricon selama 2 minggu berturut-turut, dan laku lebih dari 500.000 keping.

Singel ke-9 berjudul “My Generation/Understand” dirilis 13 Juni 2007, sekaligus merupakan singel pertama Yui yang berbentuk double A-side (dua lagu unggulan di sisi A). My Generation menjadi lagu tema untuk serial drama Seitosho-kun, dan “Understand” menjadi lagu tema film Sidecar ni Inu.
Read more...

awal mula kemunculan band j-rock






Japanese rock (日本のロック nihon no rokku?, rock Jepang) digunakan untuk menyebut genre musik rock yang ada di Jepang.
Aliran musik J-Rock menjadi populer di Indonesia berkat kepopuleran penayangan anime di televisi dengan lagu tema (soundtrack) yang dibawakan penyanyi dan kelompok musik Jepang.

Sejarah musik rock Jepang

Sejarah J-Rock dimulai tahun 1957 dengan dikenalnya musik rock di Jepang bersamaan dengan puncak kepopuleran rockabilly yang merupakan salah satu gaya rock 'n' roll.
Rockabilly yang dimulai di berbagai kelab jazz melahirkan penyanyi rockabilly seperti Mickey Curtis, Masaaki Hirao, dan Keijirō Yamashita. Pada bulan Februari 1958, ketiganya tampil dalam konser Westan Kānibaru I (Western Carnival I) di gedung pertunjukan bernama Nihon Gekijō, Tokyo.
Di akhir dekade 1950-an, kepopuleran rockabilly yang mulai surut digantikan era Kabā Popsu (cover pops) yang terdiri dari berbagai jenis musik. Di antara tokoh cover pops terdapat musisi seperti Yūya Uchida dan Isao Bitō yang berakar pada genre rockabilly. Selain itu, cover pops dengan gaya Liverpool Sound lahir mengikuti kepopuleran grup-grup musik seperti The Beatles di sekitar tahun 1963.

Gitar elektrik produk dalam negeri yang bisa dibeli dengan harga murah membantu terciptanya demam Ereki (musik rock dengan gitar elektrik). Istilah "Ereki" merupakan singkatan dari kata erekigitā (エレキギター? gitar listrik). Penggemar musik rock di Jepang banyak yang berganti identitas dari pendengar setia menjadi musisi rock.

Dari Ereki ke Liverpool Sound dan British beat

Sekitar tahun 1964-an, The Astronauts dan The Ventures menjadi populer di Jepang. Musik yang dimainkan musisi seperti Terauchi Takeshi to Burū Jīnzu (Takeshi Terauchi & Blue Jeans) disebut surf music alias musik Ereki (Eleki). Rekaman lagu The Astronauts dan The Ventures dengan lirik bahasa Jepang seperti yang dibawakan Fujimoto Kōichi juga menjadi hit. Musik Ereki dengan seketika mencapai puncak kepopuleran. Grup band Ereki di Jepang pada masa itu tidak saja memainkan lagu-lagu surf music, melainkan juga lagu-lagu berirama Liverpool Sound milik berbagai grup band asal Inggris yang menandai era gerakan musik British Invasion. Di tahun 1965, Yuzo Kayama membentuk band Ereki tiruan The Ventures yang disebut The Launchers. Grup musik ini begitu populer hingga Yuzo Kayama dijadikan peran utama dalam film Ereki no wakadaishō (Electric Guitar Young Guy atau Campus A-Go-Go).
Pada tahun yang sama, Tokyo Beatles merilis piringan hitam berisi lagu-lagu The Beatles dengan lirik bahasa Jepang. Selain itu, Tokyo Beatles juga mengeluarkan PH berisi lagu-lagu yang pernah dibawakan grup musik Inggris yang memainkan Liverpool Sound.
Group sounds
Read more...

20 band visual kei paling top

ini dia 20 band visual kei paling keren
1. Dir en greydir en grey







Ada banyak alasan kenapa diru bisa ada di nomer 1, tentu aja selain karena mereka band fave ku. diru bisa dibilang band vk paling sukses di semua generasi, X japan ga pernah bener2 jual CD dan tour di US/europe, Luna Sea beralih ke pop mainstream dengan album SHINE nya, band seangkatan saingan terdekat diru seperti pierrot dan malice mizer bertumbangan duluan, sementara diru masih lari kenceng. Dari generasi yang lebih muda, Gazette sama nightmare pernah bersaing ketat untuk menjadi penantang nomer 1 diru tapi sekarang dua-duanya terjebak dalam stagnansi “winning formula”. Udah merasa nyaman dengan kondisi sekarang jadi males improve lagi, kalopun sekali-kali eksperimen baru nantinya pasti kembali ke “winning formula” itu tadi. Diru mungkin punya kesempatan yang sama waktu era album KISOU tapi mereka memilih untuk terus berkembang sampe keluar album UROBOROS yang bener-bener merupakan lompatan jauh dalam karir mereka. Kemudian band-band yang lebih muda dari angkatan Gazette malah mengubah visual kei menjadi genre yang memalukan, all looks no talent… how sad
Recommended songs: Mazohyst of Decadence, Macabre, Vinushka

2. Malice Mizermalice mizer







meskipun udah bubar lebih dari 5 tahun tapi mereka masih menjadi icon penting di dunia visual kei karena memang jarang-jarang ada band VK pengusung musik gothic n baroque era yang bisa sesukses malice mizer, ga tau kenapa dunia gothic bersama malice mizer tidak terasa membosankan. Kekuatan utama MM ada di duo dynamic mana & kozi, sayangnya mereka memutuskan untuk membubarkan malice mizer, musik gothic solo mana aka moi dix mois terasa membosankan, segala proyek musik elektronik kozi juga lama-lama membosankan, kenapa mereka ngga mengawinkannya lagi kaya’ dulu waktu masih di malice mizer ya? hehehe
Recommended songs: bel air, au revoir, shiroi hada ni kuro ai to kanashimi no rondo

3. Luna Sealuna sea






Read more...

Senin, 27 Desember 2010

HYDE 1st Album ROENTGEN (2002) review

sejak tahun 1999, hyde menginginkan bersolo karir dengan namanya sendiri, ia pun sejak itu sudah mulai menciptakan lagu-lagu solonya yang akhirnya menjadi album pertamanya dibawah nama HYDE yang di beri nama ROENTGEN yang dirilis pada tahun 2002. Sebelum album ini dirlis, pada akhir 2001, pertama HYDE merilis Single "evergreen", "Angel's tale" dan lalu "SHALLOW SLEEP" pada awal 2002 terlebih dahulu yang konon ketiganya adalah satu rangkaian cerita (bahkan dibuatkan DVD PV Collection berisi 3 single ini yang sambung menyambung satu sama lain, ditambah lagu ke-4 "SECRET LETTERS", DVD ini berjudul "ROENTGEN STORIES" (2004)). Ada suatu kejutan yang diberikan HYDE di album ini, hampir semua lagu di album ini bertempo pelan, ambience, psychedelic dan hampir tidak ada distorsi, malahan digantikan oleh sentuhan Guitar Akustik dan juga Strings yang begitu indah, menenangkan dan penuh dengan sentuhan "fairy tale", sangat kontras dengan musik-musik yang ia ciptakan untuk L'Arc~en~Ciel. Di album solo pertamanya ini, ia juga melakukan perubahan image dengan mengecat seluruh rambutnya menjadi blonde dan hampir selalu tampil mengenakan baju/jubah putih, agar sesuai dengan konsep album ini yang sangat kental dengan warna musik "adult contemporary" yang pertama kali ia coba dalam lagu "Anemone", sebuah lagu yang harusnya masuk ke album ini, namun di batalkan atas keinginannya sendiri dan menjadi lagu L'Arc~en~Ciel. Selain "Anemone", lagu "Hoshizora" dan "Ophelia" dari album "AWAKE" juga seharusnya masuk ke album "ROENTGEN" ini.

Album ini dirilis dalam 4 edisi: Regular, Limited, english version dan dirilis ulang pada tahun 2004 (dengan tambahan 3 bonus track) dengan nama ROENTGEN.english.

Released:
March 27, 2002 (Regular and Limited Edition)
July 10, 2002 (ROENTGEN english version)
October 14, 2004 (ROENTGEN.english)
Read more...

Rabu, 28 Juli 2010

logo baru x japan


Logo baru X Japan yang berupa Logo X yang dikelilingi oleh seekor naga ini akan menjadi logo resmi X Japan untuk world tour kali ini. Logo ini mirip dengan logo lama X yang dapat kita temukan di album & DVD "Hametsu ni mukatte~On the verge of destruction" di tahun 1992.

World tour kali ini akan dimulai di Nissan Stadium di Yokohama yang memiliki kapasitas lebih dari 70.000 penonton pada tanggal 14-15 Agustus 2010. pemesanan tiketnya sendiri sudah dapat dilakukan melalui Yoshiki Mobile.

Sebelum tampil di Yokohama, X Japan akan tampil terlebih dahulu di Lollapalooza, Chicago USA sebagai salah satu band utama di festival musik tahunan terbesar di Chicago tsb.

Sehabis konser di Yokohama ini, X Japan telah dijadwalkan akan melakukan Tour di Amerika Utara, mereka direncanakan akan menggelar lebih dari 10 konser disana... beberapa kota diantaranya yang akan disambangi X JAPAN antara lain New York, Los Angeles, San Fransisco dll

yah... kita berharap saja semoga mereka tidak melupakan fans fans mereka di asia tenggara ^^
sumber: http://www.xjapan-id.com Read more...

sejarah alice nine


FORMASI
Vokal : Shou
Gitar : Tora
Gitar : Hiroto
Bass : Saga
Drum : Nao

alice nine merupakan band visual rock dengan sound yang susah untuk digambarkan; kencang tapi tidak selalu bernuansa agresif. Band ini memulai karirnya sejak tahun 2004 dan beranjak dengan cepat dengan terjual ludesnya cetakan pertama dan kedua single pertama mereka dalam jangka waktu yang singkat! Di tahun-tahun berikutnya, kelima anggota grup ini tidak memperlihatkan tanda-tanda penurunan.

BIOGRAFI
alice nine dibentuk di bulan April 2004 dengan personil yang sama seperti sekarang, yaitu Shou (ex Givuss) pada vokal, Tora (ex Givuss) dan Hiroto ( ex BAQUEPIA) pada gitar, Saga (ex Visage) pada bass dan Nao (ex Fatima) pada drum. Segera setelah dibentuk band ini mengadakan live pertama mereka di Ikebukuro Cyber dan terus tampil dimana-mana, termasuk pada event PS Company present: Tribal Arrival Vol. 81?.

Bulan berikutnya mereka merilis maxi-single pertama Namae wa madanai, terbatas 1000 kopi dan langsung habis selama masa pre-order berkat fans dari band-band terdahulu mereka serta massa yang tertarik setelah melihat pertunjukan mereka sebelumnya. Mereka kemudian mengeluarkan cetakan kedua dari Namae wa madanai di bulan Agustus terbatas 3000 kopi, yang juga terjual habis. Dalam masa ini mereka mengadakan tur two-man dengan band indie lainnya Ayabie. Puncak tur ini diadakan di Shibuya O-East dengan tiket yang terjual ludes.
Read more...

Selasa, 06 Oktober 2009

sejarah cosplay

Sejak paruh kedua tahun 1960-an, penggemar cerita dan film fiksi ilmiah di Amerika Serikat sering mengadakan konfeksi fiksi ilmiah. Peserta konvensi mengenakan kostum seperti yang yang dikenakan tokoh-tokoh film fiksi ilmiah seperti Star Trek. Budaya Amerika Serikat sejak dulu mengenal bentuk-bentuk pesta topeng (masquerade) seperti dalam perayaan Haloween dan Paskah.

Tradisi penyelenggaraan konvensi fiksi ilmiah sampai ke Jepang pada dekade 1970-an dalam bentuk acara peragaan kostum (costume show).[2] Di Jepang, peragaan “cosplay” pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa dalam bentuk pesta topeng konvensi fiksi ilmiah Nihon SF Taikai ke-17. Kritikus fiksi ilmiah Mari Kotani menghadiri konvensi dengan mengenakan kostum seperti tokoh dalam gambar sampul cerita A Fighting Man of Mars karya Edgar Rice Burroughs. Tidak hanya Mari Kotani menghadiri Nihon SF Taikai sambil ber-cosplay. Direktur perusahaan animasi Gainax, Yasuhiro Takeda memakai kostum tokoh Star Wars.[2]
Read more...

Rabu, 22 Juli 2009

HARAJUKU









SIAPA tidak kenal fashion style ala Harajuku? Sesuai dengan namanya, daerah yang memopulerkan gaya Harajuku adalah distrik Harajuku di Tokyo, Jepang.

Harajuku memang terkenal sebagai tempat "nongkrong" orang-orang yang stylish dan fashionable. Gaya Harajuku sendiri merupakan semacam street fashion atau fashion jalanan yang tidak mengenal peraturan.

Tampilan yang bertabrakan antara warna, corak, motif, ukuran, sampai jenis pakaian yang dipakai merupakan ciri khas fashion style yang satu ini. Harajuku style sebenarnya terbagi atas banyak subgaya seperti Lolita, Kogal, Gongaru, Cosplay, Yamanba, dan masih banyak lagi. Seperti apa sebenarnya gaya-gaya tersebut?
Read more...